Naik-naik ke puncak gunung
Tinggi-tinggi sekali
Pernahkah kalian mendengar
sepenggal lirik lagu itu? Lagu yang sangat populer saat kalian masih kecil ini,
cocok buat kalian yang suka naik gunung. Tapi sepertinya lagu itu kini sudah
tidak populer lagi bahkan di kalangan pendaki itu sendiri.
Gunung umumnya memiliki kawah,
lahar, kalaupun mati pasti pernah lah meledak. Tapi berbeda dengan Gunung Selok
yang terletak di desa Karangbenda, Adipala, Cilacap. Gunung ini adalah bukit
yang rimbun ditumbuhi pohon-pohon. Bisa ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam
dari kota Cilacap.
Gunung Selok ini sebenarnya
terkenal dengan petilasannya. Atau tempat bertapa mencari pesugihan. Kalian
boleh percaya, boleh tidak. Itu hak kalian masing-masing. Banyak kabar yang
beredar kalau mantan presiden kita pun ada yang mencari ”itu” di Gunung Selok.
Sekarang gunung ini dijadikan tempat wisata, walaupun masih tetap saja ada
orang yang memanfaatkannya untuk yang lain.
Dulu Gunung Selok sangat sepi
pengunjung. Kalaupun ada pengunjung mereka lebih memilih ke Pantai Sodong yang
berada tepat di bawah bukit. Pohon yang rimbun ditambah cerita mistisnya memang
membuat Gunung Selok ini kurang diminati wisatawan muda. Tapi semenjak ada spot
foto di atas dek kayu, seketika tempat ini menjadi ramai.
Pemandangan tepi pantai dari atas
bukit, ditambah banyak postingan di instagram membuat tempat ini semakin hits.
Apalagi akses menuju lokasi sangat mudah:
- Kalau kalian dari Cilacap, ikuti jalan menuju Adipala.
- Di simpang lima Adipala yang ramai itu, pilih jalan yang ke arah barat.
- Lurus saja ikuti jalan, nanti
kalian akan menemukan jalan yang pinggirnya banyak pohon tumbuh teratur.
Jalan menuju Gunung Selok
- Di sebelah kanan jalan kalian sudah dapat melihat Gunung Seloknya.
- Untuk masuk ke Gunung Selok, kalian belok kanan jalan yang ada plang Wisata Religi Gunung Selok.
- Setelah belok tidak jauh ada
gapura warna-warni di kanan jalan. Masuk saja, nanti ada loket masuk. Bayar Rp.
4.000,00/orang.
Gapura sebelum masuk.
- Dari situ jalan sudah beraspal, agak sedikit nanjak tapi tidak begitu tinggi. Beberapa meter sebelum tempat parkir jalannya masih berupa kerikil.
- Parkir bayar Rp. 2.000,00/motor. Dari parkiran kita jalan kurang lebih 15 menit untuk sampai lokasi.
![]() |
jalan setapak menuju spot view |
- Jangan ke sini saat hari libur.
Karena pasti ramai dan kalau mau foto di dek kayu pasti mengantri.
dek kayu yang jadi rebutan
salah satu pemandangan dari atas dek kayu
![]() |
Gunung Selok View |
Selain ada spot view Gunung Selok, kita bisa ke padepokan yang ada
di kawasan Gunung Selok. Dari spot view Gunung Selok itu kita harus naik motor
lagi. Ikuti jalan yang berkerikil sampai ke atas. Nanti ada jalan persimpangan,
yang satu masih kerikil, satunya lagi sudah di cor.
Saya mengikuti jalan yang di cor.
Itu adalah kawasan Padepokan Agung Sanghyang Jati. Di padepokan itu biasanya
digunakan teman-teman yang beragama Buddha untuk berdoa. Agak hati-hati kalau
mau ke sana, karena banyak kera yang berkeliaran. Asal kita tidak mengganggu,
tidak apa-apa. Ya, dimanapun tempatnya kita harus saling menghargai dan
menghormati kan? Dari padepokan ini kita juga bisa melihat kecamatan Adipala
dari ketinggian, dengan PLTUnya.
Selesai dari situ, saya
melanjutkan perjalanan ke jalan yang berkerikil tadi. Di ujung jalan berkerikil
itu ada padepokan lagi. Tapi saya urungkan niat ke sana, karena segerombolan
pemuda yang agak serem. Setelah selesai menjelajah Gunung Selok, perjalanan
saya lanjutkan ke Pantai Sodong yang terletak tepat di bawah Gunung Selok. Di
postingan selanjutnya ya.
delapanmania.blogspot.com kunjungi gan sis
ReplyDeletewww.delapanmania.blogspot.com kunjungi gan sis
ReplyDelete