Showing posts with label fotografi. Show all posts
Showing posts with label fotografi. Show all posts

Wednesday, November 29, 2017

Jalan Sendiri, Yuk!


Selalu. Sering.

Saya selalu dan sering kali diberi pertanyaan “Apa ngga takut jalan sendirian?”. Mendengar pertanyaan itu rasanya seperti sedang makan ditanya, “Lapar, ya?”. Atau sedang tidur ditanya, “Ngantuk, ya?”. Saya harus jawab apa?

Oke, jalan sendiri memang tidak seperti kegiatan sehari-hari laiknya makan atau tidur. Tapi, bukankah dari lahir sampai mati kita memang sendirian? Anak kembar sekali pun, lahirnya satu-satu. Mati berjamaah sekali pun, dibungkus satu-satu. Tidak ada yang jadi double atau pun triple.
Lalu, kamu masih takut jalan sendirian?

Saya?

Ya, jelas takut lah. Saya manusia biasa yang masih punya perasaan. Bukan segelondong daging mati rasa. Hanya saja-tentu saja-pastinya tingkat ketakutan kita berbeda. Antara 1-10, tingkat ketakutan saya mungkin 3 atau 4. Sedangkan kamu, bisa jadi 100 dari 1-10. Saking menyiksanya sampai mengetahui saya yang orang lain melakukan perjalanan sendiri saja, kamu sudah ketakutan mau mati. Padahal yang berjalan itu saya, BUKAN KAMU.

Tentang musibah atau pun hal-hal dalam perjalanan yang tidak diinginkan. Tentu apa pun bisa terjadi, bahkan tidak perlu kemana-mana hanya berdiam diri di rumah saja, apa pun bisa terjadi. “Tapi, kan, kalau pergi jauh-jauh nantang maut, cari masalah deh!” Halo! Memangnya kalau di rumah saja kamu tidak akan punya masalah?

Saya perempuan yang walau ribuan Kartini bersuara tetap saja, SAYA PEREMPUAN. Katanya, tidak baik jalan sendiri, kami kaum yang lemah, tidak boleh mandiri, harus manja, dan tabu melakukan semuanya sendirian apalagi berkata tentang keberanian. PAMALI.

Prinsip hidup setiap orang memang berbeda-beda. Saya tidak menyalahkan mereka yang penakut. Tidak juga membenarkan mereka yang pemberani. Karena sebaik-baiknya penakut dan pemberani adalah mereka yang mampu menghadapi apa pun masalah yang tengah terjadi.

Lalu bagaimana caranya agar bisa berani jalan sendirian? Atau minimal bisa mengatasi masalah apa pun dalam perjalanan?

Semuanya bermula dari hati dan pikiranmu sendiri. Banyak orang yang takut jalan sendirian bukan karena masalah yang sedang terjadi. Tapi justru terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi. Bahkan untuk terjadi saja itu tidak mungkin.

Tidak ada perjalanan yang sempurna. Bahkan rame-rame pun tidak menjamin perjalanmu akan menyenangkan. Saya sudah mencoba berjalan sendiri dan rame-rame. Sejauh ini jalan sendiri membuat saya ketagihan.

Justru jalan sendiri lebih banyak ceritanya. Saya memiliki banyak ruang untuk mengeksplore tempat yang saya kunjungi dan diri saya sendiri tentunya. Jalan sendiri membuat semua anggota tubuh saya bekerja. Saya benar-benar merasakan apa itu hidup sebenarnya.

Jalan sendiri bukan sekedar tentang takut dan berani. Lebih dari itu, jalan sendiri benar-benar melatih semua macam sifat, sikap dan perilaku kita. Bagaimana menghadapi orang asing? Bagaimana merawat dan melindungi tubuh dengan baik? Bagaimana menghormati dan menghargai budaya setempat? Bagaimana mengelola keuangan agar cukup? Dan masih banyak bagaimana-bagaimana lagi yang lainnya.

Tidak mudah melakukan semua itu. Tidak semua orang juga bisa melakukannya. Kebanyakan orang takut sendirian karena takut dikatai orang lain, “Kasian jalannya sendirian.”. Saya justru bangga bisa jalan sendiri. Sedikit pun saya tidak merasa hidup saya kasihan. Justru lebih kasihan kalau saya cuma bisa merepotkan orang lain, penakut, dan tidak mandiri.

Kalau kalian ingin mencoba berjalan sendiri ke tempat yang baru dan tidak ada seorang pun yang kalian kenal di sana. Cobalah berlatih yang terdekat dulu. Bukan, bukan ke rumah tetangga. Tapi latihlah hatimu dulu. Karena segala sesuatu bermula dari hati dan pikiranmu sendiri.

Tidak dipungkiri kami kaum perempuan dibentuk peradaban untuk bermanja-manja ria. Saya sering heran melihat kaum saya sendiri takut dengan hal-hal yang hanya didengar dari orang lain. Bahkan kejadian pun belum tentu. Tapi heboh takutnya sudah luar biasa. Mau bagaimana lagi bawaan tanah harus lebay.

Sedangkan kaum sebelah, alias laki-laki, diberi label berani dari lahir. Padahal banyak loh, laki-laki yang penakut. Tapi tidak terlihat karena terbungkus rapi oleh anggapan. Mereka angkuh padahal juga rapuh.

Saya tidak menyalahkan perempuan yang takut bepergian sendirian. Lalu, merasa jumawa karena saya bisa dengan mudah melakukannya. Toh, tidak pergi ke mana-mana juga harus punya keberanian. Berani menahan nafsu tidak tergoda hal-hal indah kata orang di luar sana. Berani menjadi orang yang tidak banyak pengalaman. Berani memilih kehidupan dalam zona aman. Tinggal kamu pilih, beranimu mau ditempatkan di mana?

Jadi, kurangi anggapan perbanyak jalan. Agar kamu tahu apa yang sebenar-benarnya benar.

Wednesday, May 10, 2017

Desa Pasir, Wisata yang Kekinian dan Menawan



Bagaimana rasanya tinggal di tepi pantai?

Setiap pagi bagun dengan semangatnya sunrise. Setiap siang terbuai dengan angin yang sepoy-sepoy. Setiap sore larut dalam hangatnya sunset. Setiap malam menggantungkan mimpi di antara ribuan bintang.

Itu yang saya bayangkan ketika mengunjungi Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Desa yang memilki keindahan pemandangan tepi pantai yang indah. Pantai sekaligus bukit beserta tebing-tebingnya. Jadi, pengunjung tidak hanya disuguhkan pemandangan tepi pantai tapi juga dari atas bukit sehingga bisa melihat hamparan laut yang luas.
Keadaan tersebut membuat Desa Pasir layak menjadi destinasi wisata. Spot untuk berswafotonya juga banyak. Baik yang berornamen kekinian atau pemandangan yang masih alami, semuanya bagus-bagus. Tempat yang dibuka untuk objek wisata pun tidak hanya satu, tapi beberapa.
Lokasi Desa Pasir ini juga mudah dijangkau kendaraan bermotor. Desa Pasir ini terletak di bagian barat Kabupaten Kebumen. Kalau dari kota bisa lewat Gombong lalu ke arah Karang Bolong. Desa Pasir ini bersebelahan dengan Karang Bolong.

Saturday, March 4, 2017

Berburu Kuliner di Cilacap

Cilacap adalah kabupaten terluas di Jawa Tengah. Luas wilayahnya 6,2 % dari total luas Jawa Tengah atau lebih tepatnya 2.142,59 km2. Cilacap bagian barat berupa daerah pegunungan, sedangkan bagian selatan dan timur berupa dataran rendah.

Letak geografis tersebut mempengaruhi makanan khas Cilacap. Masyarakat Cilacap bagian barat banyak memanfaatkan hasil perkebunan dan perhutanan sebagai bahan makanan. Sedangkan masyarakat yang berada di pesisir pantai tentu banyak memanfaatkan hasil laut. Jadi, apa saja makanan khas Cilacap? Berikut diantaranya:

  • Brekecek Pathak Jahan
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Cilacap Nomor 556/501/18/Tahun 2014, tanggal 6 Nopember 2014, brekecek pathak jahan resmi menjadi makanan khas Cilacap. Kalau sudah resmi begitu tentu rasanya enak.

Sebenarnya makanan apa sih brekecek pathak jahan ini? Kok, namanya cak-cek-cak-cek jadi terdengar seperti dibejek-bejek. Ya, memang asal-usul dinamai brekecek karena cara membuatnya di-brek yang artinya diletakkan atau dijatuhkan. Lalu di-kecek yang artinya dicampur bumbu. Sedangkan pathak jahan artinya kepala ikan jahan.

Jadi, brekecek pathak jahan ini adalah masakan kepala ikan pathak jahan yang diberi bumbu khas Cilacap. Rasanya pedas seperti rica-rica dan sedikit asin ciri khas ikan. Makanan ini enak disantap dengan nasi putih hangat. Semakin enak bila kepala ikannya dimakan dengan cara diseruput. Jadi, nikmat dunia mana lagi yang kamu dustakan?


  • Mendoan
Makanan yang terbuat dari tempe dengan dilumuri tepung yang diberi bumbu ini ada di semua tanah ngapak--tempatnya orang-orang yang kesehariannya berbicara dengan bahasa ngapak. Walau sama-sama mendoan antara daerah yang satu dengan yang lainnya punya perbedaan. Di Banyumas, khususnya Baturaden, mendoan digoreng lebih kering dan banyak kriuknya. Di Wonosobo malahan disebutnya tempe kemul, tepungnya lebih tebal dan digoreng setengah matang jadi lebih berminyak.

Sedangkan di Cilacap, khususnya daerah tepi pantai, tempe mendoannya tidak dipotong. Jadi, kalian bisa menikmati mendoan sebesar piring. Bisa digoreng kering atau setengah matang. Mendoan enaknya disantap saat masih hangat dengan lombok rawit atau sambel kecap. Ditemani es kelapa muda, kopi atau teh sambil gendu-gendu rasa—ngobrol—dengan orang terkasih di tepi pantai menikmati semilir angin pantai. 

Mendoan segede piring
  • Yutuk
Ada yang sudah tahu apa itu yutuk? Yutuk loh ya, bukan youtube. Menurut wikipedia, yutuk adalah undur-undur laut, ketam pasir, masih satu bangsa dan negara dengan krustasea. Hewan beruas-ruas yang hidup di pasir pantai ini punya nama gaul sand crab, mole crab, atau sand flea.

Yutuk biasanya dibuat rempeyek atau digoreng biasa. Setelah digoreng warnanya kemerah-merahan seperti udang. Rasanya pun sama-sama gurih dan asin seperti udang. Kalau ke Cilacap, kalian bisa mendapatkannya di Pantai Widarapayung. Penjualnya ibu-ibu keliling bawa tenggok di tepi pantai yang isinya kacang rebus sama yutuk.

Yutuk di Pantai Widarapayung dengan kelapa muda
  • Gembus
Cemilan ini sedikit susah ditemui, bahkan di Cilacap sendiri. Biasanya hanya dijual di acara hajatan, pasar malam, atau acara kedaerahan seperti wayangan. Orang Cilacap kalau ada wayangan belum beli gembus berarti belum nonton wayang. Padahal setelah beli gembus belum tentu nonton wayang.

Gembus ini terbuat dari singkong yang ditumbuk, diberi bumbu yang membuatnya asin dan gurih. Bentuknya sama seperti donat--putih, bulat, dan tengahnya bolong. Gembus enak dimakan dengan dicocol ke sambal kacang. Atau dimakan hangat tanpa dicampur apa pun juga sudah enak.

Gembus
  • Lanting
Cemilan khas Cilacap ini terbuat dari singkong, sama seperti gembus. Bentuknya pun sama, bulat dan tengahnya bolong. Rasanya pun sama-sama gurih dan asin. Perbedaannya, gembus empuk dan kenyal kalau lanting lebih keras.

Lanting juga ada di Kebumen. Tapi lanting khas Kebumen bentuknya seperti angka delapan dan rasanya lebih bervariasi. Sedangkan lanting khas Cilacap hanya ada dua rasa, asin dan manis. Yang manis berarti warnanya merah. Lanting khas Cilacap bisa ditemui di pasar tradisional.

Lanting khas Cilacap
Buat kalian yang tidak suka seafood atau makanan yang asin dan gurih, di Cilacap juga banyak tempat makan yang menjual berbagai kuliner khas nusantara. Seperti bakso, sate, soto semarang, mie aceh, bakmie godog, pempek, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pokoknya kalau ke Cilacap hubungi saya saja, nanti saya kasih tahu kuliner di Cilacap yang nylekamin pisan.

Food photography dengan handphone

Karena upload foto di instagram belum bisa dari PC, hal itu menyulitkan saya bila mengambil foto dengan kamera DSLR. Kalau foto dengan DSLR, fotonya harus dipindah ke PC dulu, dari PC pindah lagi ke handphone, kan ribet. Untuk itu saya selalu menggunakan ASUS Zenfone 4 agar bisa langsung update di instagram.
 
ASUS Zenfone 4 yang saya gunakan.
Kamera di ASUS Zenfone 4 ini kualitas fotonya tidak kalah dengan kamera DSLR karena punya PixelMaster Camera yang memudahkan kita dalam mengambil foto. Saya pernah menulis kemudahan menggunakan kamera ASUS Zenfone 4 di sini.

PixelMaster Camera di ASUS Zenfone 4.
Selain karena ASUS Zenfone 4 yang memang keren, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar foto makanan terlihat bagus dan menggugah selera. Berikut saya beri tahu caranya:
  • Cahaya
Fotografi itu melukis dengan cahaya, bukan melukis dengan kamera. Jadi, hal utama dan pertama yang harus diperhatikan dalam fotografi apa pun jenisnya dan apa pun kameranya tetap CAHAYA.

Perhatikan cahaya di sekitar makanan yang kamu jadikan objek. Mau di dalam ruangan atau di luar ruangan tidak masalah. Asal kamu perhatikan dari mana arah datangnya cahaya itu dan bagaimana sifatnya.

Kalau di dalam ruangan, pastikan cahayanya cukup terang. Cukup terang artinya tidak terlalu terang sehingga menimbulkan bayangan yang keras dan tidak terlalu gelap agar objek bisa terlihat. Bila cahayanya terlalu terang di satu bagian dan terlalu gelap di bagian lain. Di bagian yang gelap bisa menggunakan steroform atau cermin agar ada sedikit cahaya dari bagian yang gelap.

Motret di samping jendela.
Bila ruangan terlalu gelap, pindah tempat untuk memfoto. Kalau tidak memungkinkan, kalian bisa menggunakan low light atau mode malam. Jangan menggunakan flash karena cahaya flash bisa membuat warna makanan menjadi tidak natural. Atau matikan touch shutter dan nyalakan touch auto focus. Agar saat layar disentuh tidak langsung memfoto tapi bisa mengatur pencahayaan objek yang akan difoto. Sentuh layar sampai dirasa pencahayaannya pas.

Kalau di luar ruangan, jangan di bawah sinar matahari di jam 12 siang. Selain membuat kulit kamu hitam dan keringat bercucuran. Memfoto di bawah terik matahari cahayanya terlalu keras. Warna makanan sebagai objek foto jadi terlihat tidak natural. Cari waktu yang cahaya mataharinya tidak terlalu keras, sore hari misalnya. Atau berteduhlah di bawah pohon.

Contoh foto makanan di luar ruangan saat sore hari.
  • Cari bagian yang menarik dari makanan itu
Makanan Indonesia semuanya enak-enak tapi bentuknya sering biasa saja. Contohnya, rendang. Warnanya hitam pekat kalau di foto sering kali tidak menggugah selera. Padahal kita semua tahu rasanya tidak diragukan lagi enaknya luar biasa.

Untuk itu sebelum difoto, kita harus tahu dulu bagian apa yang menarik di makanan itu. Misalnya, bakso telur. Sebelum difoto, dibelah dulu baksonya supaya telur di dalamnya terlihat. Setelah tahu bagian makanan apa yang akan ditonjolkan, kita bisa menggunakan mode deep of field agar lebih fokus ke objek yang diinginkan dan background yang tidak penting menjadi blur.

Tunjukkan telur dalam baksonya.
  • Komposisi yang pas
Komposisi adalah susunan atau tatanan sebuah objek foto dalam sebuah bidang foto sehingga foto tersebut enak dilihat. Unsur dalam komposisi ini ada titik, garis, bentuk, warna, dan cahaya. Kita bisa memanfaatkan salah satu atau beberapa komposisi agar foto kita menarik.

Umumnya kita memfoto makanan dari atas (bird eye) atau selevel dengan makanannya. Kita bisa mencoba dari beberapa angle untuk menghasilkan foto yang terbaik. Selain itu kita juga harus memperhatikan bentuk makanan tersebut, wadah makanannya, dan background-nya.

Perhatikan bentuk makanannya.
  • Pelengkap atau ornamen
Agar foto enak dilihat, kita bisa menambahkan perlengkapan makan atau benda-benda lain yang mendukung. Kalau di makanannya, kita bisa menambah cabai, tomat, daun seledri, atau yang lainnya. Di luar makanan kita bisa menambahkan sendok, garpu, tisu, dan bunga. Atau kalau makanannya lucu kadang saya menambahkan Kero, boneka rajut yang saya punya.

Ingat ya, pelengkap ini fungsinya hanya melengkapi agar frame tidak kosong. Jadi, yang perlu ditonjolkan tetap makanannya.

Si kecil Kero dengan es coklat.
  • Editing
Pencahayaan sudah oke, makanan sudah menarik, komposisi juga pas, pelengkap juga sudah lucu. Sekarang tinggal editing. Fungsi dari editing bukan untuk menipu, hanya memperindah tampilan foto.
Di ASUS Zenfone 4 yang saya punya sudah diberi fasilitas editing yang cukup mumpuni. Jadi, tidak perlu download aplikasi lainnya lagi. Editing yang saya lakukan biasanya hanya memperbaiki exposure dari foto tersebut. Atau membuat kolase agar ada beberapa foto dalam satu frame. Jangan memberikan efek berlebihan pada foto. Ini bisa menganggu atau terlihat aneh.
Foto yang sudah di-kolase

Makanan yang enak

Bagi saya hanya ada dua tipe makanan. Pertama, enak. Kedua, enak banget. Ya, tidak ada makanan yang tidak enak dalam kamus hidup saya. Saya pikir tidak ada satu pun di dunia ini yang sepenuhnya jelek, apa pun itu termasuk makanan.

Coba kalian bayangkan, berapa banyak pengorbanan yang dilakukan agar sepiring makanan bisa sampai di depanmu. Misalnya, sepiring nasi putih. Berawal dari bibit padi ditanam di sawah saja tahapannya banyak. Dan tidak cukup hanya satu bulan sampai padi itu dipanen lalu menjadi beras. Belum lagi untuk jadi nasi, pun harus dimasak dengan benar. Masih tega kah kalian sampai di piringmu malahan kalian hina? Berapa hati yang kalian lukai?

Saya pernah mengobrol dengan teman yang penjual bakmie goreng. Ceritanya membuat saya menulis cerpen ini. Bahwa orang yang memiliki penyakit pencernaan bukan salah pola makannya. Tapi sifat orang tersebut yang suka menghina makanan, pilah-pilih makanan, sampai membuangnya padahal masih banyak.

Saya percaya makanan juga punya perasaan. Mereka akan mencintai saya kalau saya juga mencintai mereka. Kalau kalian mendapati makanan yang saya posting ternyata tidak enak, itu bukan saya bohong karena di­-endorse. Saya hanya akan menuliskan kelebihan dari makanan itu. Tentang kekurangan, kalian boleh hina saya tapi jangan makanannya. Walau sebenarnya itu semua kembali lagi pada selera setiap orang yang berbeda-beda.

Jadi, kapan giliran kalian ke Cilacap?

Friday, February 17, 2017

Kemit Forest - Wisata Edukasi Di Sidareja Cilacap

Selamat datang di Kemit Forest

Tidak ada perjalanan yang mulus, baik-baik saja. Pasti ada saja yang terjadi, entah sebelum, saat, atau pun sesudah perjalanan itu dilakukan.

Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi Kemit Forest atau Hutan Kemit. Saya sendiri baru tahu nama tempat ini. Bahkan teman saya yang anak daerah setempat saja belum tahu dengan keberadaan Kemit Forest. Berbekal dadakan, nekad, dan asal pergi saja akhirnya saya dan teman saya berangkat mencarinya.

Setelah dzuhur kami bertiga berangkat dari Karang Pucung. Dari info yang saya dapat di internet arah jalannya dari Sidareja semua. Sedangkan, kami berangkat dari Karang Pucung. Teman yang tahu tempatnya hanya memberi petunjuk dari SMP N 3 Gandrungmangu lurus terus. Ada jalan, masuk saja.

Friday, February 10, 2017

Dear Pencuri Foto, Baca Ini!



Seorang teman mengirimi saya pesan pribadi terkait unggahan foto milik saya di sosial media. Bukan karena saya menyebarkan foto yang tidak senonoh atau melanggar SARA. Justru karena foto yang saya unggah termasuk golongan bagus untuknya. Dan bukan memuji, justru dia mengkritik foto saya. Kenapa demikian? Karena foto saya tidak disertai watermark dan teman saya takut foto saya dicuri kemudian disalah gunakan orang yang tidak bertanggung jawab.

Segala sesuatu yang ada di internet memang sangat mudah sekali dicuri. Tinggal klik copy lalu paste, selesai. Curi mencuri foto di internet sering kali terjadi. Ini tidak hanya terjadi pada saya. Banyak teman-teman yang pernah mengalaminya. Mau yang fotografer profesional atau pun yang amatir. Dan tidak tanggung-tanggung yang mencuri dari perorangan sampai perusahaan besar pun pernah melakukannya. Dari yang bermotif iseng belaka sampai yang memang untuk kepentingan komersiil.

Saturday, January 21, 2017

Berswafoto Ria Di Pantai Watu Bale Dan Bukit Panduran



Semesta itu sudah indah apa adanya. Laut, gunung, pohon, air, langit, daratan, dan apa pun itu memang sudah indah dari awalnya. Tinggal bagaimana manusia sebagai makhluk paling sempurna memanfaatkannya.

Di belahan Indonesia bagian mana pun tiap hari nampaknya melahirkan tempat wisata baru. Pergerakan ini terus meningkat seiring berkembangnya media sosial dan kreatifitas masyarakat. Seperti yang terjadi di Kebumen.

Nyaris semua pantai dari Ayah sampai Karang Bolong menjadi objek wisata baru. Banyak postingan di instagram betapa objek wisata baru itu sangat instagramable dengan tempat swafotonya. Sebelum merebak seperti sekarang saya sudah pernah mengunjungi Pantai Ayah dan Pantai Menganti. Dan baru beberapa waktu lalu saya punya kesempatan mengunjungi Pantai Watu Bale.

Selamat datang di Pantai Watu Bale dan Bukit Panduran.



Tuesday, November 29, 2016

Pantai Di Cilacap Part 4: Bersepeda Pagi Ke Pantai Bunton



“Mba, besok pagi sepedaan, yuh,” kata Mamah di malam minggu yang pahit ini.

Malam di mana muda-mudi seusiaku sedang berhaha-hihi di pojok sebuah cafe. Entah ada gunanya atau tidak, yang penting eksis dulu. Agar tidak terlihat merana. Aku? Mana bisa nongkrong di malam minggu.

Bukan hanya karena status yang menyakitkan itu. Tapi nongkrong di dekat tempat tinggalku, itu cuma bisa dengar jangkrik main gitar akustik. Atau paduan suara dari kodok yang nongkrong di pojok-pojok sawah. Yang paling aku suka hanya nyanyian angin sunyi, di mana bisikannya selalu menenangkan.

“Mba,” Mamahku memanggilku lagi untuk meyakinkan kalau anggukan kecil yang aku berikan benar-benar jawaban, iya.

“Emmmm, ya,” suaraku keluar dengan malasnya.

“Kamu itu perlu sepedaan, keluar rumah biar sehat. Kalau di ... .”

“Iya, besok sepedaan,” kali ini aku cepat menyahut karena benar-benar malas mendengar ocehan Mamahku. Yang semakin dibiarkan semakin menjadi-jadi.
Sepeda yang aku pakai pagi ini.

Sunday, October 30, 2016

Kenangan Sepanjang Jalan Malioboro



Sisa-sisa dari perjalanan adalah kenangan. Mereka seperti kuku di jarimu, kau potong akan tumbuh lagi. Semakin berusaha untuk melupakannya, semakin tumbuh susah dihindari. Ditanggapi, yang ada malahan membuatnya berlipat ganda. Apalagi kalau kenangan itu tentang Jogja.

Kota yang diciptakan dari sekuntum rindu ini tidak akan membiarkanmu pulang tanpa kenangan. Apalagi kalau kamu sampai jatuh cinta di Jogja, bersiaplah dengan rindu-rindu yang menyiksa. Entah sihir dari mana, memang begitu adanya. Sudah puluhan kali aku singgah ke kota ini. Ratusan kali juga aku ingin kembali.

Senyumannya, keramahannya, budayanya, dan angkringannya susah sekali untuk dilupakan. Jogja yang dulu memang berbeda dengan Jogja yang sekarang. Ada beberapa bagian yang mengikuti arus perkembangan jaman. Tapi tak sedikit pula yang masih mempertahankan ciri khas ke-Jogja-an.

Monday, October 24, 2016

Jelajah Jawa Tengah Dari Kaki Gunung Sampai Pantai Bersama Mamih



Hai, aku Kero!

Hai, para pejalan!

Perkenalkan, aku Kero, punya sayap tapi belum bisa terbang. Aku sama seperti anak jaman sekarang yang selalu ingin dibilang kekinian. Bukan lebay, tidak tahu diri, atau hanya meninggikan gengsi. Aku pikir semua jaman juga ada kekiniannya masing-masing. Semua orang suka atau tidak suka pasti pernah merasakan kekinian di jamannya. Walau hanya sekali saja.

Belum genap dua bulan aku diadopsi oleh @kisahkasih_. Ya, dialah Mamihku sekarang. Aku tuliskan ceritaku ini karena si Mamih selalu bilang, “Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari.” Kata-kata yang itu dia kutip dari bukunya Pramudya Ananta Toer, penulis idolanya Mamih.

Awalnya aku sama seperti kalian. Senang sekali menulis dengan kata-kata yang unik atau temannya Mamih bilang itu alay, sampai susah dibaca. Tapi Mamih bilang, “Tidak apa kamu ingin berbeda, tapi jangan lupa berbagi dengan yang lainnya jauh lebih berharga. Kalau tulisanmu hanya bisa kamu baca sendiri, buat apa?”

Thursday, July 14, 2016

Fotografi Dalam Genggaman



Ikutan giveaway ini yuk!

Hampir semua anak muda jaman sekarang punya handphone. Dan nyaris semua handphone itu memiliki kamera. Hal ini menjadikan setiap orang bisa mengambil foto apapun yang mereka mau. Tanpa terkecuali dari balita sampai manula bisa dengan mudah memfoto.

Lagi makan, cekrek. Pergi jalan-jalan, cekrek. Baru mandi, cekrek. Ada kecelakaan, cekrek. Mau nonton, cekrek. Mau naik pesawat, cekrek. Beli barang baru, cekrek. Bangun tidur, cekrek. Sampai lagi p*p pun, cekrek. Apapun momentnya senyum dikit, cekrek. Apakah itu salah? Menurut saya, tidak sepenuhnya salah.

Setiap orang punya cara sendiri dalam proses pendewasaan. Lama-kelamaan juga mereka sadar kalau itu tidak terlalu penting. Atau tergantikan dengan budaya baru yang berkembang di masyarakat. Coba saja lihat dirimu. Dulu main friendster dengan theme yang lucu-lucu dan nama yang unik. Sekarang mana mau kita seperti itu lagi.

Sunday, April 10, 2016

Trip Lombok: Air Terjun Benang Sekotel dan Benang Kelambu



Setiap manusia memiliki semua sifat dalam dirinya. Punya ketakutan dan keberanian dalam kadarnya masing-masing. Aku tidak mudah mengecilkan yang lebih penakut dari aku. Atau mengagung-agungkan yang lebih berani dari aku. Nyatanya pasti ada saja orang yang lebih penakut dari aku dan pasti ada yang lebih pemberani dariku. Wajar saja, di atas langit masih ada langit.

Perjalananku bukan yang teristimewa, tidak juga biasa saja. Banyak yang jalannya lebih jauh dari aku dan pasti ada saja yang ngeri mendengar cerita perjalananku yang jauh. Dalam diriku sendiri masih merasa belum apa-apa, juga bukan siapa-siapa. Ya, mungkin aku berada di tengah-tengah kalian. Bisa jadi suatu saat nanti aku bisa lebih dari kalian yang sekarang jalannya sudah jauh. Atau malahan kalian yang sekarang masih penakut, suatu saat nanti jalannya bisa lebih jauh dari aku. Tidak masalah kan kalau aku bercerita tentang fase yang sedang aku lalui ini? Suatu saat kalian akan mengalami atau sudah mengalami.

Wednesday, March 9, 2016

Benarkah Traveling Membuat Bahagia?



Budaya traveling sekarang ini kian mewabah. Banyak tempat wisata baru yang bermunculan karena postingan di media sosial. Kemudian orang-orang berlomba-lomba mendatanginya. Memposting foto-foto keren di medsos biar dianggap kekinian. Kalau sudah begitu langsung serta merta mencap dirinya BAHAGIA.

Sebagian besar orang menshare foto liburannya di medsos pasti yang bagus. Pemandangan yang bagus, pose yang bagus, outfit yang keren. Pokoknya selalu terlihat bagus deh. Hal ini membuat tolok ukur bahwa orang yang bahagia adalah mereka yang hidupnya sering traveling atau bepergian. Benarkah orang yang traveling pasti bahagia?

Pantai Di Cilacap Part 3: Pantai Rancah Babakan - Hidden Paradise Di Ujung Barat Nusakambangan


Jalan sendiri asik, jalan berdua asik, jalan rame-rame juga asik. Pokoknya jalan sama siapa asik-asik saja.

Beberapa hari yang lalu aku ikut open trip Explore Cilacap ke pantai Rancah Babakan. Kenapa harus open trip segala? Karena untuk mencapainya tidaklah mudah. Ada tantangan sendiri yang membuat perjalanan jadi penuh sensasi.

Cilacap memang punya banyak sekali pantai. Dari pantai Jetis sampai Segara Anakan, belum lagi yang di pulau Nusa Kambangan. Ada puluhan pantai yang bisa kalian singgahi. Dan tentunya dengan pemandangan yang berbeda-beda. Setiap pantai punya ciri khasnya sendiri. Tidak hanya sekedar pertemuan ombak dan pasir.

Saturday, December 19, 2015

Jalan Sendirian Hari Pertama Di Lombok



Panasnya, batinku sesampainya di Lombok. Bandara International Lombok (BIL) ini lebih sepi dari Bandara Soekarno Hatta. Wajar saja Bandara Soetta kan memang lebih banyak jadwal penerbangannya. Kepalaku berasa agak pusing, langkahku tidak seimbang. Aduh, jangan sampai badanku ambruk. Aku sendirian disini. Tanah orang lain yang belum pernah sekalipun aku menginjaknya. Dan aku baru tersadar, tidak ada satu orang pun yang aku kenal di pulau ini.

Yap, aku ke Lombok sendiri dan dipastikan akan berjalan sendiri juga. Bingung, ada sih sedikit. Sebelum berangkat aku sudah membuat itinenary terlebih dahulu pastinya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah ke hotel dulu baru mencari sewa motor. Di lombok itu jarang sekali ada angkutan umum jadi kalau mau gampang pergi-pergi ya sewa motor. Kalau ke Lomboknya ramai-ramai bisa sewa mobil sekalian guide+sopirnya. Karena aku sendirian pakai motor saja cukup.

Monday, December 7, 2015

Perjalanan Dari Cilacap Ke Lombok



“Mau ngapain kamu kesana jauh-jauh sendirian?”
“Jalan-jalan, Beh,” aku tahu jawabanku memperburuk suasana. Bahkan kemungkinan mendapatkan ijin dari Babeh tinggal 10% saja. “Tiket dan hotel ditanggung kok, udah dibeliin malahan.”
“Iya kalau itu bener. Kalau kamu diboongi orang gimana?”
“Itu resmi kok, Beh. Udah aku cek. Itu asli,” aku memang sudah mengecek kebenaran hadiah liburan itu ke teman kost ku yang sekarang bekerja di Kementrian Pariwisata. Tapi namanya orang tua aku sodorkan cuplikan chat ku dengan teman kost ku itu, tetap saja tidak percaya. Aku melirik Mamahku, berharap bantuan.

Sebelumnya aku sudah bilang Mamahku bahwa aku memenangkan lomba menulis dari Kemenpar yang Pesona Tambora ini. Tentu saja Mamah langsung setuju. Dia tidak mau anaknya di rumah saja. Akhirnya Babeh sepakat walau dari raut mukanya masih setengah hati. Aku pun membulatkan tekat dan berjanji tidak akan mengecewakan. Aku di Lombok tidak kenapa-napa dan bisa kembali sampai rumah dengan selamat.

Sejujurnya ini adalah perjalanan terjauh selama ini dalam hidupku. Sebelumnya yang terjauh itu ke Jember. Itupun naik kereta, transportasi favorit versiku. Dan tidak sendiri, berdua dengan temanku. Tapi sekarang aku akan ke Lombok. Dari rumah ku di Cilacap itu berarti harus melintasi pulau bahkan zona waktu berbeda. Mungkin jaraknya dua kali lipat dibanding waktu aku ke Jember. Tapi yang perlu disiapkan lebih dari dua kali lipat. Terutama mental.

Thursday, December 3, 2015

Menghadiahi Diri Sendiri Dengan Trip Lombok



Kita tidak akan pernah tahu hidup kita di masa yang akan datang seperti apa. Ya, hidup ini memang benar-benar misteri. Bahkan satu detik lagi kita juga tidak akan pernah tahu. Apakah masih bernapas atau tidak? Atau satu detik lagi malahan kamu baru merasa benar-benar hidup. Ya, terkadang manusia sudah bernapas, jantungnya pun berdetak. Tapi hidup yang sesungguhnya tidak dia miliki. Merasa terkekang dan jauh dari kemerdekaan.

Dan kemarin aku baru merasakan hidup itu. Hidup yang bebas. Bebas seperti apa? Memang setiap orang punya definisi hidup berbeda-beda. Ada yang penting asal bisa makan. Punya banyak uang. ibadah yang rajin. Punya orang-orang yang mencintai. Atau ya udah deh, asal napas.

Buatku hidup yang bebas itu melakukan sesuatu yang tidak seperti biasa. Semacam menembus batas. Kita tahu sendiri bagaimana batas kemampuan diri kita sendiri. Saat itu seperti bendungan yang jebol, ada semacam rasa lega dan bangga. Ternyata kita bisa menembus batas itu. Apalagi yang dijebol adalah rasa ketakutan dan kekhawatiran.

Friday, August 21, 2015

Stop Share Korban Kecelakaan Atau Kejahatan!

Tadi siang saya pergi bersama teman. Perjalanan kami terhenti tiba-tiba karena macet. Macet di daerah kami adalah hal yang luar biasa, tidak seperti Jakarta yang lumrahnya begitu. Macet di daerah kami sudah pasti menimbulkan tanda tanya besar. Ada apa ini? Pasti terjadi sesuatu. Perbaikan jalan kah? Razia polisi? Atau kecelakaan?

Karena kami naik motor, sangat dengan mudah menyelinap diantara mobil dan truk. Sepanjang jalan yang macet kami berdua menerka-nerka. Sampai pada akhirnya kami menjumpai segerombolan orang yang berkerumun hampir memenuhi jalan.

Teman saya sempat mengajak berhenti untuk melihat apa yang terjadi. Saya yang memegang kendali motor tidak mau berhenti karena sayup-sayup saya mendengar ada korban pembunuhan baru ditemukan. Saya termasuk orang yang takut melihat korban kejahatan, takut akan membayangi pikiran saya.

Teman saya menyeletuk, "Ayolah, berhenti dulu. Aku pengin foto." Sontak saya langsung mempercepat laju motor, tanda menolak ajakan.

Monday, June 15, 2015

Pantai-pantai Yang Ada Di Cilacap

Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah. Penduduk di Cilacap sebagian besar berbahasa Jawa Ngapak. Beberapa diantaranya berbahasa Sunda. Terutama daerah bagian barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat. Selain terluas, Cilacap juga kabupaten terpanjang.

Karena wilayahnya yang luas menjadikan Cilacap memiliki banyak pantai. Bahkan hampir setiap sudut pertemuan daratan dan lautan dijadikan objek wisata. Walau hanya pantai yang terlihat kecil dan sederhana, tetap saja ada pengunjung yang datang. Dan berikut beberapa pantai yang bisa saya rangkum, belum semuanya tapi bisa menjadi bahan reverensi kalian saat berkunjung ke Cilacap.

Thursday, June 11, 2015

Benteng Van Der Wicjk - Benteng Persegi Delapan

Kali ini saya akan membahas perjalanan saya dan teman-teman ke Benteng Van Der Wijck. Benteng peninggalan Belanda ini terletak di Gombong Kebumen Jawa Tengah. Akses menuju benteng ini sangat mudah. Kalau kalian dari arah Jogja, melewati kota Kebumen ke arah barat sekitar 30 an kilometer. Sebelum pasar Gombong ada penunjuk jalan mengarah ke Benteng Van Der Wijck, ikuti saja penunjuk jalan itu kalian akan menemukan tempatnya.

 Kalau jalan yang saya lalui dari arah Buntu. Kebetulan meeting point dengan teman-teman juga di pom bensin Buntu. Dari Buntu mengikuti jalan ke timur, terus saja melewati Sumpiuh, Tambak kemudian Gombong. Waktu yang ditempuh dari Buntu ke Gombong sekitar 45 menit atau 1 jam menggunakan sepeda motor. Dari pasar Gombong lurus saja sedikit nanti ada pertigaan yang ada penunjuk arah ke Benteng Van Der Wijck belok kiri. Waktu saya kesitu sempat salah masuk jalan. Langsung buka google maps, ketemu deh. Tempatnya mudah ditemukan kok, tidak perlu buka google maps juga sebenarnya bisa.

Wednesday, April 29, 2015

Boleh Ngga Sih Pengangguran Jadi Traveler?

Dalam kehidupan bermasyarakat pengangguran sering dicap negatif. Karena tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan. Mereka pasti beranggapan bahwa pengangguran hanya berdampak negatif. Banyak yang berasumsi bahwa uang adalah sumber kebahagiaan. Walaupun akan banyak yang berpikir munafik, uang bukanlah segala-galanya. Tapi segala-galanya butuh uang.


Dan traveling dikenal oleh masyarakat sebagai kegiatan yang menghambur-hamburkan uang. Harus diakui traveling memang kegiatan yang membutuhkan uang. Tapi bukan berarti dihambur-hamburkan kan? Banyak gaya traveling yang tidak mengharuskan kita buang-buang uang. Bahkan ada yang traveling malahan dapat uang.

Coba saja kalian cek di Instagram atau searching di google tentang para traveler. Banyak yang sudah membuktikan traveling justru menghasilkan uang. Apa sih yang mereka lakukan sehingga travelingnya justru dapat uang? Mereka ngga punya kerjaan apa jalan-jalan mulu?

Translate

Popular Posts